Wanita Tangguh di Pengecoran Jalan Somagede, Batu dan Pasir Mereka Angkut

 

KEBUMEN, top62.id – Ember berisi adukan semen itu jelas tidak ringan. Namun seorang ibu di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, tetap mengangkatnya dengan kedua tangan, berjalan pelan menuju titik pengecoran.

Di lokasi TMMD Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0709/Kebumen, Selasa (3/3/2026), pemandangan itu berulang. Bukan satu, bukan dua. Beberapa ibu terlihat keluar-masuk area kerja, membantu mengangkut material dan merapikan kebutuhan di lapangan.

Mereka bukan pekerja bangunan. Sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Pagi tadi mereka masih di dapur. Siang ini mereka berdiri di atas tanah berdebu, sandal mereka tertutup pasir.

“Saya bantu yang ringan-ringan saja,” kata salah seorang ibu sambil tersenyum. Tapi ember yang ia bawa tetap berisi penuh.

TMMD ke-127 memang menargetkan pembangunan fisik desa. Namun di Somagede, pekerjaan itu tak hanya ditopang tenaga pria. Kaum perempuan ikut mengambil bagian. Tidak diminta, tidak disuruh.

Mereka datang karena merasa jalan ini milik mereka. Desa ini milik mereka.

Di sela kerja, terdengar canda kecil antara ibu-ibu dan anggota Satgas. Tidak ada jarak. Tidak ada kecanggungan. Kerja berjalan dalam suasana yang akrab.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menyebut keterlibatan warga—termasuk perempuan—sebagai kekuatan utama TMMD.

“Kalau masyarakat ikut bergerak, pembangunan pasti lebih cepat dan terasa manfaatnya,” ujarnya.

Bagi para ibu di Somagede, kehadiran di lokasi TMMD bukan soal ingin terlihat kuat. Mereka hanya tidak ingin desanya dibangun tanpa ikut menyumbang tenaga.

Ember-ember itu mungkin terlihat biasa. Tapi di tangan ibu-ibu Somagede, ia menjadi simbol sederhana: bahwa pembangunan desa bukan urusan siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang mau terlibat.

Dan hari itu, para wanita tangguh Kebumen memilih untuk terlibat.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *