Tragis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai dalam Kaleng Roti

SEMARANG, top62.id – Warga Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur digegerkan dengan penemuan orok bayi perempuan yang dibuang di aliran sungai, Senin (16/3/2026) pagi.

Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan dimasukkan ke dalam kaleng bekas roti yang dibungkus kain pel.

Peristiwa tragis itu terjadi di bawah jembatan di wilayah Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Kapolsek Polsek Ungaran Barat Sugiyarta mengatakan penemuan bayi tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.13 WIB.

“Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.13 WIB. Saat itu sejumlah anak kampung yang sedang bermain di sekitar aliran sungai melihat sebuah bungkusan mencurigakan,” ujarnya di lokasi kejadian.

Ditemukan Anak-anak Bermain

Bungkusan tersebut kemudian dibuka oleh anak-anak yang penasaran.

Saat diperiksa, mereka menemukan sebuah kaleng bekas roti yang di dalamnya terdapat orok bayi.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga sekitar, yakni Restu Handayani.

Restu kemudian mengabarkan penemuan tersebut kepada warga lainnya, Moh Roni.

Keduanya kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan isi bungkusan tersebut.

Setelah diperiksa, diketahui bahwa kaleng tersebut berisi orok bayi perempuan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Polisi Olah TKP

Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan warga, petugas dari Polsek Ungaran langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kapolsek bersama personel piket, unit Reskrim, serta petugas SPKT melakukan pengecekan di lokasi penemuan bayi tersebut.

Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Semarang serta tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Semarang dan tenaga medis guna memastikan kondisi korban,” jelas Sugiyarta.

Diduga Bayi Prematur

Dari hasil pemeriksaan medis awal yang dilakukan dokter Aam Amaliaya bersama bidan Desa Jetis, diketahui bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.

Usia kandungan diperkirakan sekitar 7 hingga 8 bulan dengan berat sekitar dua kilogram.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat lahir dalam kondisi prematur. Diperkirakan bayi tersebut telah meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan warga,” ungkap Kapolsek.

Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan Bayi

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah bayi tersebut untuk dibawa ke RS Bhayangkara Semarang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang diduga membuang bayi tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta petunjuk di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini,” pungkas Sugiyarta.

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *