Di bawah langit Sempor yang memeluk perbukitan, doa-doa warga terbang bersama embun pagi. Tanah yang dulu sunyi, kini bernapas dalam deru pembangunan, menyulam mimpi-mimpi kecil yang tertunda oleh waktu.
Oleh : Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono S.H., M.I.P.,
DESA Somagede bukanlah sekadar titik di peta Kabupaten Kebumen. Terletak di dekapan Pegunungan Serayu Selatan, desa ini menawarkan panorama asri namun menyimpan tantangan geografis yang nyata. Jalanan terjal yang membelah perkebunan dan persawahan menjadi saksi bisu perjuangan harian para petani.
Ketinggian 140 meter di atas permukaan laut membawa udara sejuk, namun sekaligus isolasi bagi sebagian warga.
Di sinilah, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 TA 2026 hadir sebagai jembatan harapan. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, pengabdian dimulai dengan langkah pasti.
Kondisi jalan menuju lokasi yang melewati perkebunan dan persawahan menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi 150 personel TNI dan 100 warga yang bahu-membahu setiap hari, medan terjal bukanlah penghalang. Semangat gotong royong menjadi bahan bakar utama dalam mengejar target pembangunan yang telah direncanakan.
Sinergi Pemerintah dan TNI Membuka Isolasi Desa
Bupati Kebumen, Dra. Hj. Lilis Nuryani, menyambut haru perkembangan fisik di lapangan. Beliau melihat betapa aksesibilitas menjadi kunci utama kesejahteraan warga Somagede. Baginya, TMMD adalah bukti konkret sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan.
“Jalan yang dibangun ini akan memudahkan mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka akses layanan kesehatan. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati Lilis. Ia juga mengajak warga untuk menjaga semangat kebersamaan selama 40 hari pelaksanaan kegiatan ini.
Sasaran fisik utama memang berfokus pada infrastruktur jalan. Pembangunan cor blok jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 0,15 meter kini mulai terlihat bentuknya. Selain itu, terdapat pembangunan satu titik plat duiker, tujuh unit gorong-gorong, serta dua titik bronjong untuk memperkuat struktur tanah.
Tak hanya soal jalan, kenyamanan beribadah pun ditingkatkan melalui perbaikan Mushalla Baitul Jannah dan Masjid Baitu Tabi’in. Sisi keamanan desa diperkuat dengan pembangunan satu unit Pos Kamling. Semua sasaran fisik ini dikerjakan secara teliti demi ketahanan bangunan dalam jangka waktu yang lama.
Kepala Desa Somagede, Samsi, mengungkapkan rasa bangganya atas perhatian pemerintah dan TNI. “Kunjungan Tim Wasev dan perhatian Ibu Bupati menjadi kehormatan besar bagi kami warga pelosok. Program ini membawa semangat baru bagi warga dalam membangun desa kami sendiri,” tutur Samsi penuh syukur.
Menanam Ilmu dan Kepedulian Melalui Sasaran Non-Fisik
TMMD tidak hanya bicara soal semen dan batu. Dansatgas sekaligus Dandim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono S.H., M.I.P., menjelaskan bahwa penguatan sumber daya manusia sama pentingnya dengan infrastruktur. “Program ini bertujuan membantu percepatan pembangunan daerah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” jelas Dandim.
Sasaran non-fisik yang dilaksanakan sangat komprehensif. Mulai dari pelayanan pembuatan Akte Kelahiran, Wawasan Kebangsaan (Wasbang) aplikatif, hingga berbagai penyuluhan penting. Edukasi ini mencakup bahaya narkoba & UU ITE, pengolahan limbah, pencegahan stunting, hingga ketahanan pangan desa.
Warga juga dibekali ilmu mengenai pembudidayaan Tanaman Apotek Hidup dan obat tradisional. Selain itu, aspek kesehatan masyarakat disentuh melalui donor darah, pengobatan gratis, pembagian kacamata baca, hingga operasi bibir sumbing. Semua ini diberikan secara cuma-cuma untuk meningkatkan kualitas hidup warga Somagede.
Dandim Eko Majlistyawan sering terlihat berbincang langsung dengan warga untuk menyerap aspirasi. “Program TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Antusiasme warga terlihat saat sosialisasi rekrutmen TNI. Banyak pemuda desa yang kini bercita-cita menjadi prajurit setelah melihat dedikasi Satgas di desa mereka. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran TNI memberikan inspirasi positif bagi generasi muda di wilayah perbatasan dan terpencil.
Kemanusiaan dalam Program Unggulan Kasad
Setetes kasih dalam cawan keikhlasan, mengubah duka menjadi tawa yang berpendar. Di tangan-tangan perkasa yang memegang cangkul, terselip kelembutan hati yang mendekap raga-raga yang rindu akan perubahan.
Program Unggulan Kasad menjadi oase bagi warga yang membutuhkan. TNI Manunggal Air dilaksanakan di lima titik, mencakup Dukuh Pesuruhan, Watujali, dan Jlegong. Air bersih yang kini mengalir lancar ke rumah-rumah warga menjadi anugerah yang tak terhingga, terutama saat musim kemarau menyapa.
Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit memberikan hunian baru yang bermartabat. Bapak Kusmanto, salah satu penerima manfaat di RT 06/02, tak kuasa menahan tangis. “Dulu rumah saya bocor dan hampir roboh. Sekarang saya bisa tidur nyenyak. Terima kasih Bapak TNI,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Selain Pak Kusmanto, warga lain seperti Bapak Sapran, Martam, hingga Ibu Kainem kini memiliki rumah yang kokoh. Sebanyak 10 unit rumah diperbaiki secara total. Tak hanya itu, pembuatan lima unit jamban (jambanisasi) untuk warga seperti Bapak Marsum dan Bapak Samiyo memastikan sanitasi keluarga menjadi lebih sehat.
Pemberian kaki palsu bagi disabilitas menjadi momen paling mengharukan. Seorang warga penerima kaki palsu mengaku kembali menemukan harapan hidupnya. “Saya seperti mendapat kaki baru untuk kembali bekerja. TNI benar-benar hadir saat kami merasa tidak berdaya,” tutur warga tersebut sambil mencoba melangkah.
Hangatnya Kebersamaan di Dapur Masak Besar
Sisi lain kemanunggalan tercermin dalam acara “Masak Besar” bersama YouTuber Bobon Santoso di Lapangan Ponpes Al Barokah. Kegiatan ini bukan sekadar acara kuliner, melainkan simbol bahwa TNI dan rakyat makan dari sumber yang sama. Aroma masakan lezat menyatukan sekat-sekat status sosial.
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo S.H, M.Sos., M.M, hadir langsung menambah semangat. Beliau menegaskan bahwa TNI akan selalu hadir dan mengabdi bersama rakyat. “Event ini adalah bentuk nyata kemanunggalan. Dari dapur sederhana inilah lahir semangat kebersamaan yang luar biasa,” paparnya.
Warga Desa Binangun dan Somagede tumpah ruah dalam acara buka puasa bersama tersebut. Senyum bahagia terpancar dari wajah anak-anak hingga lansia saat mencicipi masakan yang dimasak dalam porsi raksasa. Kehangatan ini membuktikan bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat.
Kreativitas dalam penyaluran bantuan, seperti pembagian makan gratis, membuat program TMMD kali ini terasa lebih segar dan menyentuh sisi emosional warga. Bobon Santoso dengan gaya khasnya berhasil menghibur warga sekaligus menunjukkan betapa indahnya berbagi di tanah kelahiran.
Harapan Baru Warga Somagede, Doa Tulus untuk TNI
Program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen di Desa Somagede menghadirkan rasa syukur dan haru di tengah masyarakat. Jalan yang kini terbentang rapi serta lingkungan yang semakin tertata menjadi harapan baru bagi warga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.
Masyarakat Somagede pun memanjatkan doa tulus agar hasil pembangunan ini terus bermanfaat dan dijaga bersama. Mereka juga berharap kemanunggalan TNI dan rakyat tetap terjalin erat, seraya mendoakan para prajurit selalu diberi kekuatan dan keselamatan dalam setiap pengabdian kepada bangsa.
Pengawasan untuk Hasil yang Berkelanjutan
Keberhasilan TMMD di Somagede mendapat perhatian serius dari tingkat pusat. Ketua Tim Wasev Mabes TNI AD, Brigjen TNI Andiek Prasetyo Awibowo, S.I.P, M.Si, turun langsung meninjau lokasi. Beliau ingin memastikan setiap rupiah dan tenaga yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran.
“Apresiasi pelaksanaan TMMD di Desa Somagede yang berjalan baik. Harapannya seluruh pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta terus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat,” ucap Brigjen TNI Andiek dalam kunjungannya.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan fisik seperti jalan dan gorong-gorong harus dirawat secara swadaya oleh masyarakat setelah serah terima nanti. Pengawasan ini dilakukan untuk menjamin kualitas bangunan memenuhi standar, sehingga akses jalan 1.500 meter tersebut awet digunakan bertahun-tahun.
Ketua Tim Wasev juga terkesan dengan semangat warga yang terlibat aktif. Dengan proporsi 100 warga yang membantu 150 TNI, proses pengerjaan menjadi lebih cepat dari target yang ditentukan. Sinergi ini menunjukkan bahwa masyarakat Somagede sangat mendambakan kemajuan bagi desa mereka.
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han, menegaskan bahwa desa adalah fondasi kemajuan bangsa. Baginya, TMMD adalah cara TNI hadir langsung menyentuh denyut nadi masyarakat paling bawah. Beliau melihat potensi besar di setiap jengkal tanah Somagede yang harus dioptimalkan.
“TMMD merupakan program terpadu yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, pembangunan di wilayah pedesaan dapat dipercepat, terutama di daerah yang membutuhkan perhatian lebih,” tegas Pangdam IV/Diponegoro dalam amanatnya.
Menutup rangkaian kegiatan, seluruh elemen sepakat bahwa TMMD adalah titik awal bagi Somagede untuk berakselerasi. Pembangunan yang telah dilakukan menjadi modal dasar bagi warga untuk meningkatkan ekonomi mandiri melalui hasil pertanian dan perkebunan yang kini mudah diangkut ke kota.
Ketika semen mengeras dan pohon mulai berdaun, cerita tentang bakti ini akan tetap tertulis di dinding hati. Sebab membangun negeri bukan hanya soal rupa, tapi tentang rasa yang menyatu dalam setiap langkah pengabdian.