KEBUMEN, top62.id – Malam di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, biasanya lekas sepi. Namun sepanjang jalur penghubung Dukuh Lawangawu menuju Dukuh Beji, suara mesin molen dan gesekan sekop dengan semen memecah sunyi, Senin (2/3/2026).
Di bawah cahaya lampu darurat, Satgas TMMD Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 dari Kodim 0709/Kebumen bersama warga terus menghamparkan adukan beton. Rabat sepanjang 1.500 meter dengan lebar 2,5 meter dan tebal 0,15 meter itu dikerjakan pada malam hari agar progres tetap terjaga selama bulan puasa.
Seusai berbuka dan salat tarawih, warga kembali ke lokasi. Ada yang mengangkut material, ada yang meratakan adukan sebelum mengeras. Ritmenya teratur. Tidak terburu-buru, tetapi pasti.
Ramadan tidak membuat pekerjaan berhenti. Justru suasana terasa lebih hangat. Ibu-ibu desa turut ambil bagian. Sebagian membantu pekerjaan ringan, sebagian lagi menyiapkan minuman hangat untuk mengusir dingin malam pegunungan Sempor. Gotong royong hadir tanpa banyak kata.
Komandan Kodim 0709/Kebumen selaku Dansatgas TMMD, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., mengatakan bahwa kerja malam dilakukan sebagai bentuk komitmen agar pembangunan tetap berjalan sesuai target.
“Semangat warga luar biasa. Ini bukan sekadar membangun jalan, tetapi memperkuat kebersamaan,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Bagi warga Somagede, rabat beton ini adalah kebutuhan lama. Saat musim hujan, jalan tanah sering licin dan sulit dilalui. Hasil panen terhambat menuju pasar, anak-anak harus lebih berhati-hati berangkat sekolah, dan mobilitas antar-dukuh menjadi terbatas.
Kini, di tengah bulan puasa, perubahan itu mulai terlihat. Permukaan beton yang mulai mengeras menjadi tanda bahwa akses akan segera lebih layak.
Di bawah langit malam Ramadan, lampu-lampu kerja menyala seperti penanda. Bahwa pembangunan desa tidak hanya soal angka panjang dan lebar, tetapi tentang kerja bersama—tentang TNI dan warga yang memilih tetap bergerak, meski siang diisi ibadah dan malam digunakan untuk membangun jalan yang akan dipakai bersama.