KARANGANYAR, top62.id – Pascapengungkapan kasus LPG oplosan oleh aparat kepolisian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat memastikan kondisi distribusi energi tetap aman di lapangan. Gubernur Jawa Tengah turun langsung ke Karanganyar untuk melakukan peninjauan sekaligus merespons kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan LPG subsidi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan distribusi pascakasus tersebut. Ia juga ingin memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan akses LPG dengan aman dan sesuai peruntukannya.
“Kami pastikan stok LPG di Jawa Tengah dalam kondisi aman dan masyarakat tidak perlu panik, distribusi berjalan normal dan terpantau,” ujarnya saat meninjau fasilitas pengisian di Karanganyar. Ia menambahkan bahwa isu kelangkaan yang sempat muncul tidak terjadi di wilayah Jawa Tengah.
Peninjauan dilakukan di fasilitas SPPBE sebagai bagian dari upaya memastikan rantai distribusi berjalan sesuai standar operasional. Pemerintah juga menggandeng pihak terkait untuk memperkuat pengawasan di setiap titik distribusi agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus LPG oplosan yang sebelumnya terungkap menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas energi. Oleh karena itu, pengawasan terhadap distribusi LPG kini diperketat, termasuk koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam melakukan pengawasan di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu memastikan distribusi LPG subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Selain itu, sektor usaha seperti hotel, restoran, katering, dan laundry juga menjadi perhatian karena masih ditemukan penggunaan LPG 3 kg yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Pemerintah memastikan akan melakukan penertiban agar subsidi tidak dinikmati oleh pihak yang tidak berhak.
Dari sisi penyedia, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stok LPG di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi aman dengan ketahanan mencapai lebih dari 14 ribu metrik ton. Distribusi di Karanganyar sendiri berjalan normal dengan alokasi harian yang mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi guna memastikan harga sesuai ketentuan dan menghindari risiko produk ilegal. Edukasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas distribusi sekaligus melindungi konsumen dari praktik curang.