SEMARANG, top62.id – Kota dan Kabupaten Pekalongan kini berpacu dengan waktu menghadapi ancaman banjir rob yang kian intens. Kombinasi penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut membuat rob tak lagi musiman, melainkan menjadi ancaman harian yang terus menghantui wilayah pesisir.
Dalam kondisi tersebut, rumah pompa menjadi benteng utama pengendalian banjir. Namun, penggunaan energi fosil dalam operasionalnya justru memunculkan persoalan baru berupa tingginya emisi karbon dan biaya operasional.
Menjawab tantangan ini, Universitas Diponegoro melalui Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik mengambil langkah strategis dengan menggandeng mitra internasional, yakni Blue Deal Netherlands dan Nederlandse Waterschapsbank Fund.
Kolaborasi ini berfokus pada transformasi sistem kelistrikan rumah pompa di sepanjang Sungai Bremi Meduri dari energi berbasis fosil menuju energi surya yang lebih berkelanjutan.
Ketua Magister Teknik Elektro Undip, Mochammad Facta, menjelaskan bahwa frekuensi pengoperasian rumah pompa yang semakin tinggi berdampak langsung pada peningkatan biaya dan emisi karbon.
“Meningkatnya frekuensi pengoperasian rumah pompa akan berbanding lurus dengan kenaikan biaya operasional dan emisi CO₂. Oleh karena itu, pemanfaatan energi surya menjadi solusi strategis yang efisien sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, inisiatif ini juga sejalan dengan empat tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yakni pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, komunitas berkelanjutan, serta aksi terhadap perubahan iklim.
Dalam kajian tersebut, tim ahli Undip merancang berbagai alternatif desain panel surya yang layak secara teknis dan ekonomis untuk diterapkan pemerintah daerah.
Solusi ini diharapkan mampu mendukung operasional rumah pompa yang lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi konvensional.
Laboratorium Hidup bagi Mahasiswa
Keunggulan proyek ini tidak hanya terletak pada inovasi teknologi, tetapi juga pada keterlibatan aktif mahasiswa.
Mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Teknik Elektro Undip terjun langsung melakukan pengukuran, pengumpulan data, hingga analisis di enam lokasi rumah pompa di wilayah Pekalongan.
Bahkan, beberapa mahasiswa magister menjadikan proyek ini sebagai bagian dari penelitian tesis mereka.
Dengan demikian, hasil kajian tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Selain itu, kolaborasi ini juga membuka kesempatan mahasiswa untuk berinteraksi dengan ahli internasional seperti Marcel Roet dan Luuk van Elk.
Keterlibatan ini memperkaya wawasan mahasiswa dengan perspektif global dalam pengelolaan sumber daya air dan teknologi pompa.
Rekomendasi Strategis untuk Pekalongan
Hasil studi ini menghasilkan berbagai rekomendasi desain sistem kelistrikan berbasis energi surya yang dinilai layak secara teknis dan ekonomis.
Rekomendasi tersebut menjadi rujukan bagi Bapperida Kota Pekalongan dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan energi ke depan.
Dengan pemanfaatan energi surya, rumah pompa di Pekalongan diharapkan mampu beroperasi lebih efisien, ramah lingkungan, serta mandiri secara energi.