Kinerja Moncer, Phapros Perkuat Inovasi dengan Obat TBC Dosis Harian

JAKARTA, top62.id – Kabar baik datang dari industri farmasi nasional. PT Phapros Tbk resmi menghadirkan inovasi terbaru berupa obat anti tuberkulosis (TBC) kategori 1 dosis harian. Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam mendukung upaya pengendalian TBC di Indonesia yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular dengan angka kasus cukup tinggi.

Plt Direktur Utama Phapros, Ida Rahmi Kurniasih, mengatakan bahwa inovasi produk menjadi kunci penting bagi perusahaan untuk terus tumbuh sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat. Ia menegaskan, kehadiran obat TBC dosis harian ini diharapkan dapat memperkuat program pemerintah dalam penanganan penyakit tersebut.

“Melalui pengembangan obat anti tuberkulosis dosis harian ini, kami ingin berperan aktif dalam pengendalian dan pengobatan TBC di Indonesia,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Kehadiran obat TBC dosis harian ini diharapkan tidak hanya mempermudah proses pengobatan pasien, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka kasus TBC di Indonesia. Peluncuran produk ini juga menjadi bagian dari momentum kebangkitan kinerja Phapros sepanjang tahun 2025.

Perusahaan berkode saham PEHA tersebut berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp27,44 miliar, berbalik dari kerugian pada tahun sebelumnya. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan penjualan yang signifikan serta keberhasilan strategi efisiensi operasional yang dijalankan secara konsisten.

Seiring dengan itu, Phapros juga terus memperkuat portofolio produknya. Selain obat TBC, perusahaan menghadirkan inovasi lain berupa produk kesehatan pria dalam bentuk orodispersible film (ODF), yakni sediaan modern yang lebih praktis dan mudah dikonsumsi dibandingkan bentuk konvensional.

Ida menjelaskan, inovasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan riset yang terus dikembangkan, Phapros kini semakin aktif berpartisipasi dalam pengadaan obat untuk program pemerintah, sehingga produk yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak pasien di berbagai daerah.

Di tengah persaingan industri farmasi yang semakin ketat, Phapros terus menjaga kualitas melalui penerapan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sekaligus mendorong digitalisasi dan efisiensi di berbagai lini bisnis. Fokus utama perusahaan tetap pada kepuasan konsumen serta keberlanjutan usaha.

Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, Phapros optimistis dapat terus meningkatkan kinerja sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *