Jalan Berlumpur Menuju Sekolah, Pagi Anak-Anak Somagede

 

KEBUMEN, top62.id — Bagi sebagian anak, pagi adalah soal seragam rapi dan sepatu yang mengilap. Bagi empat siswa sekolah dasar di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, pagi dimulai dengan menimbang langkah di atas lumpur.

Hujan semalam membuat jalan desa kembali licin. Tanah yang belum diperkeras berubah menjadi kubangan dangkal. Sepatu justru lebih sering tertinggal di lumpur, sehingga mereka memilih berjalan tanpa alas kaki. Dingin tanah dan rasa waswas terpeleset menjadi bagian dari perjalanan menuju sekolah.

“Kalau hujan, jalannya susah dilewati. Kadang hampir jatuh,” ujar salah satu siswa pelan, sambil menunjuk bagian jalan yang paling tergenang.

Situasi itu bukan sekali dua kali terjadi. Akses jalan yang belum memadai membuat anak-anak harus menghadapi risiko setiap musim hujan. Bagi orang dewasa, mungkin hanya soal ketidaknyamanan. Bagi anak-anak, itu bisa berarti terlambat masuk kelas, seragam kotor, atau bahkan cedera kecil yang mengganggu aktivitas belajar.

Pagi itu, di lokasi pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, Babinsa Desa Somagede, Serma Suparlan, melihat langsung kondisi tersebut. Ia mendekat dan membantu anak-anak melewati bagian jalan yang paling licin, memastikan mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan aman.

“Anak-anak ini berangkat untuk belajar. Jangan sampai terhambat hanya karena akses jalan. Kami berharap melalui TMMD, kondisi ini segera berubah,” kata Serma Suparlan, Rabu (25/2/2026).

Program TMMD di Somagede memang tengah mengerjakan perbaikan infrastruktur desa, termasuk akses jalan yang selama ini menjadi keluhan warga. Jalan bukan sekadar urusan transportasi; ia menentukan seberapa mudah anak-anak mencapai sekolah, seberapa aman warga membawa hasil panen, dan seberapa cepat layanan kesehatan bisa diakses.

Di balik angka dan target pembangunan, ada kenyataan sederhana: anak-anak desa tetap harus berjalan, hujan atau tidak. TMMD ke-127 menjadi harapan agar perjalanan itu kelak tak lagi diiringi rasa cemas.

Di Somagede, pembangunan jalan bukan hanya tentang menghubungkan satu titik ke titik lain. Ia tentang membuka kesempatan yang sama—agar langkah kecil menuju sekolah tidak lagi terhambat lumpur.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *