Fenomena Udan Kethek di Jawa Tengah, Tips Aman Berkendara saat Hujan Mendadak

SEMARANG, top62.id — Bagi pengendara motor di Jawa Tengah, istilah “Udan Kethek” bukan sekadar cerita. Fenomena hujan lokal yang turun saat matahari masih terik ini kerap menjadi jebakan bagi bikers di Jalur Pantura yang terbuka maupun jalur berkelok di Selatan. Cuaca ekstrem yang tidak menentu menuntut lebih dari sekadar jas hujan: kesiagaan mental dan keterampilan teknis menjadi kunci keselamatan.

Jawa Tengah memiliki karakteristik unik yang membagi risiko menjadi dua wajah.

1. Jalur Pantura: Ancaman utama adalah angin samping (crosswind) yang kencang saat hujan. Aspal yang bercampur tumpahan solar dan debu jalan menjadi licin saat tetesan hujan pertama jatuh.

2. Jalur Selatan (Trans-Jawa Selatan): Risiko utama berupa jarak pandang terbatas akibat kabut di perbukitan serta potensi aquaplaning pada jalan yang tidak rata.

Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, menekankan bahwa masalah utama “Udan Kethek” adalah kontras cahaya ekstrem.

“Air hujan membiaskan sinar matahari, menciptakan silau yang dapat menipu mata. Aspal seolah ‘hilang’. Pengendara disarankan memakai helm dengan double visor atau smoke visor berkualitas. Jika kaca bening digunakan, pastikan bebas goresan agar pantulan cahaya tidak mengganggu pandangan,” ujarnya.

About The Author

You may be interested

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *