Cerita Sang Prajurit, Suara Cinta Indonesia dari Tengah Sawah Somagede

Bergandengan tangan, mereka menyusuri pematang sawah. Langkah kecil anak-anak mengikuti langkah mantap sang prajurit. Di puncak batu besar, Merah Putih dibentangkan. Isa dan Fauzan memegang sisi tiang, sementara Afrizal dan Indah membantu merentangkannya.

“Kalau lihat bendera ini, ingat apa?” tanya Serma Suparlan.

“Ingat Indonesia, Pak!” jawab mereka hampir bersamaan.

“Ingat juga orang tua, guru, dan cita-cita kalian. Kalian harus jadi anak hebat untuk bangsa ini,” ucapnya penuh makna.

Bendera Merah Putih pun berkibar di tengah sawah yang luas. Senyum bangga terpancar dari wajah keempat anak itu. Momen sederhana tersebut menjadi simbol kedekatan TNI dan generasi muda desa.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik.

“TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dan rakyat. Prajurit harus hadir memberi manfaat, membangun kedekatan, serta menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda,” tegasnya.

Sore itu, di antara hijaunya sawah dan langit yang mulai redup, Isa, Fauzan, Afrizal, dan Indah tak hanya belajar dari buku. Mereka belajar tentang mimpi, keberanian, dan cinta tanah air — langsung dari teladan seorang prajurit.

About The Author

You may be interested

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *