Cabai Melambung, Petani Berharap Harga Bertahan Setelah Lebaran

 

KEBUMEN, top62.id — Harga cabai yang melambung hingga Rp85.000 per kilogram dalam beberapa pekan terakhir mendorong petani Desa Somagede mengambil langkah berani. Mereka baru saja menanam, dengan perhitungan panen kemungkinan jatuh setelah Lebaran. Harapannya satu: harga tidak turun drastis.

Saiun, salah satu petani di desa itu, memilih menanam cabai setelah melihat lonjakan harga di pasaran. Baginya, keputusan tersebut adalah ikhtiar membaca momentum.

“Sekarang memang baru tanam. Kalau normal, panennya habis Lebaran. Semoga saja harganya masih bagus,” ujarnya di sela memeriksa bedengan yang baru ditanami, Senin (2/3/2026).

Tanaman cabai di lahannya masih muda. Daunnya hijau segar, batangnya belum setinggi lutut. Namun di balik bibit-bibit itu tersimpan perhitungan yang tak sederhana. Harga sedang tinggi, tetapi tidak ada jaminan akan bertahan hingga masa panen tiba.

Menjelang Lebaran, kebutuhan rumah tangga meningkat. Di sisi lain, biaya produksi juga terus berjalan—pupuk, obat tanaman, hingga tenaga perawatan. Risiko cuaca dan serangan hama turut menjadi pertimbangan.

Di tengah situasi itu, program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen yang membangun rabat beton sepanjang 1.500 meter di desa tersebut diharapkan memberi dampak jangka panjang. Akses jalan yang lebih baik diyakini akan mempermudah distribusi hasil panen ketika waktunya tiba.

Serda Fendi, anggota Satgas TMMD, menyempatkan diri meninjau kebun warga. Ia menyebut pembangunan infrastruktur desa bukan sekadar proyek fisik, melainkan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Bagus sekali ini, Pak. Tinggal dirawat terus, hasilnya pasti makin melimpah,” katanya.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf. Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa kehadiran TMMD bertujuan membantu desa tumbuh, termasuk sektor pertanian.

Bagi Saiun dan petani lain, cabai yang baru ditanam itu adalah harapan yang dititipkan pada waktu. Mereka sadar harga bisa berubah sewaktu-waktu. Namun selama lahan masih bisa digarap dan cuaca bersahabat, harapan tetap disemai.

Di Somagede, kenaikan harga cabai menjadi pemantik langkah baru. Panen mungkin datang setelah Lebaran, tetapi doa mereka sederhana—agar ketika buah memerah nanti, harga belum jatuh terlalu jauh.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *