GROBOGAN, top62.id – Di tengah hiruk pikuk arus kendaraan di jalur Semarang–Purwodadi, sebuah pemandangan tak biasa menyita perhatian warga di kawasan perempatan Daplang, Gubug, Rabu (18/3/2026).
Seorang anak perempuan kecil tampak mengayuh sepeda sendirian di tepi jalan. Usianya masih belia, wajahnya kebingungan, dan tak terlihat satu pun orang dewasa yang mendampingi.
Bocah itu kemudian diketahui bernama Sila (7), warga Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Tanpa disadari, ia telah menempuh perjalanan jauh, sekitar 22 kilometer dari rumahnya.
Awalnya, warga hanya memperhatikan dari kejauhan. Namun gerak-geriknya yang terlihat mondar-mandir tanpa arah membuat rasa khawatir perlahan muncul.
Beberapa warga akhirnya mendekat dan mencoba mengajak bicara. Mereka berusaha mencari tahu siapa anak tersebut dan dari mana asalnya. Namun tak satu pun yang mengenalinya.
Situasi itu membuat warga memutuskan untuk segera melapor ke petugas Pos Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Grobogan.
Tak lama berselang, petugas yang dipimpin Kapospam Ipda Moh. Sodiq tiba di lokasi dan langsung membawa Sila ke pos untuk diamankan.
Di dalam pos, suasana berubah lebih hangat. Petugas berusaha menenangkan Sila dan secara perlahan mengajaknya berbicara.
Dari percakapan itulah terungkap alasan di balik perjalanan panjang bocah tersebut. Ia rupanya berangkat sejak pagi dari rumah, dengan satu tujuan sederhana: ingin bertemu orang tuanya.
“Adik ini berangkat pagi dari rumah di Demak, mau menyusul orang tuanya yang bekerja di bengkel di wilayah Gubug,” ungkap Ipda Moh. Sodiq.
Namun perjalanan tanpa arah yang jelas membuat Sila justru tersasar hingga cukup jauh dari tujuan yang ia bayangkan.
Menyadari kondisi itu, petugas langsung bergerak cepat. Informasi mengenai penemuan Sila disebarluaskan melalui berbagai jaringan komunikasi, termasuk grup WhatsApp.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Informasi itu sampai ke keluarga. Sang ayah, Budi, yang sejak pagi diliputi kecemasan bahkan telah melapor ke Polsek Mranggen, langsung bergegas menuju Pospam Gubug.
Saat tiba di lokasi, suasana haru tak bisa dibendung. Sila akhirnya kembali ke pelukan ayahnya dalam kondisi selamat.
“Saya sudah melapor ke Polsek karena anak saya tidak pulang sejak pagi. Alhamdulillah sekarang sudah ditemukan,” ujar Budi dengan suara lega.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada warga dan petugas kepolisian yang telah membantu menjaga keselamatan anaknya.
“Saya sangat berterima kasih kepada warga dan bapak-bapak Polisi yang sudah membantu anak saya,” tambahnya.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama, terutama dalam menjaga keselamatan anak-anak.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kepekaan masyarakat dan respons cepat petugas menjadi kunci dalam mencegah risiko yang lebih besar. Kami juga mengimbau orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak,” tegasnya.