SEMARANG – Penutupan sementara SPBU Sriwijaya Kota Semarang selama dua hari menjadi langkah tegas pascakebakaran motor yang sempat viral di media sosial. Kebijakan ini dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai bentuk evaluasi dan pembinaan menyeluruh terhadap operasional SPBU.
Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Jateng-DIY, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa SPBU telah ditutup sejak dini hari setelah kejadian tersebut. Penutupan ini bukan karena pelanggaran operasional, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kualitas pelayanan.
Menurutnya, pembinaan difokuskan pada dua aspek utama yakni peningkatan kualitas SDM dan perbaikan sarana prasarana. Hal ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal dan respons terhadap situasi darurat bisa lebih cepat.
“Penutupan ini bukan karena pelanggaran, tetapi untuk memperkuat awareness terhadap kejadian kemarin dan melakukan pembekalan SDM,” ujarnya, Senin (5/4/2026). Ia menegaskan bahwa momentum ini menjadi refleksi bersama bagi semua pihak.
Selain pelatihan, evaluasi juga mencakup pengecekan fasilitas keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR). Penempatan dan fungsi alat tersebut ditinjau langsung bersama pihak Damkar untuk memastikan kesiapan saat kondisi darurat.
Selama masa penutupan, masyarakat tetap dapat mengakses BBM di SPBU terdekat seperti SPBU Veteran dan SPBU Ahmad Yani. Pertamina memastikan stok BBM di lokasi tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Taufiq menambahkan bahwa perbaikan juga dilakukan pada fasilitas umum seperti toilet dan musala. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menggunakan layanan SPBU.
Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan standar keselamatan di seluruh SPBU. Dengan demikian, ke depan diharapkan tidak terjadi kejadian serupa.
“Ini adalah momen perbaikan bersama, baik dari sisi operasional maupun pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.