SEMARANG, top62.id – Libur Lebaran telah usai. Setelah menempuh perjalanan jauh saat mudik, kondisi sepeda motor—terutama ban—perlu mendapat perhatian serius agar tetap aman digunakan untuk aktivitas harian.
Ban motor ibarat “sepatu karet” yang setia menopang seluruh beban kendaraan. Selama perjalanan mudik, komponen ini bekerja ekstra keras, mulai dari menahan beban, menjaga keseimbangan, hingga memastikan cengkeraman tetap stabil di jalan.
Instruktur Training Astra Motor Jateng, Fachrul Reza, mengungkapkan bahwa ban motor sebenarnya memberikan tanda-tanda saat kondisinya mulai menurun. Namun, banyak pengendara yang sering mengabaikannya.
Padahal, kondisi ban yang tidak optimal dapat membahayakan keselamatan berkendara, terutama saat digunakan untuk mobilitas sehari-hari.
- Jangan Biarkan Ban “Sesak Napas”
Tekanan angin ban menjadi faktor utama yang menentukan kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Tekanan yang kurang dapat membuat struktur ban melemah dan berisiko pecah.
Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi membuat ban menjadi kaku dan mengurangi daya cengkeram terhadap aspal.
Karena itu, pengendara disarankan untuk rutin mengecek tekanan angin setidaknya seminggu sekali dan menyesuaikan dengan standar pabrikan.
- Singkirkan “Duri dalam Daging”
Benda asing seperti kerikil atau paku yang menempel di sela ban tidak boleh dianggap sepele.
Jika dibiarkan, benda tersebut bisa menembus lebih dalam akibat tekanan saat berkendara dan berpotensi menyebabkan kebocoran.
Membersihkan sela-sela ban saat mencuci motor menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga performa ban tetap optimal.
- Perhatikan “Garis Nasib” atau TWI
Indikator keausan ban atau Tread Wear Indicator (TWI) menjadi batas aman penggunaan ban.
Jika permukaan ban sudah sejajar dengan indikator tersebut, artinya ban sudah aus dan harus segera diganti.
Ban yang aus sangat berbahaya, terutama saat melintasi jalan basah karena daya cengkeramnya menurun drastis.
- Jangan Membebani Motor Berlebihan
Setiap ban memiliki batas kapasitas beban. Memaksakan kendaraan membawa muatan berlebih dapat merusak struktur ban.
Kerusakan yang sering terjadi adalah munculnya benjolan pada ban, yang tidak bisa kembali seperti semula.
Hal ini tentu berisiko tinggi terhadap keselamatan pengendara.
Reza menambahkan, pemeriksaan kondisi motor setelah perjalanan jauh sangat penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal.
Ia menyarankan pengendara melakukan pengecekan di bengkel resmi agar mendapatkan penanganan yang tepat.
“Setelah perjalanan jauh, pengecekan motor terutama ban sangat penting. Bisa dilakukan di AHASS terdekat agar semua komponen tetap optimal dan terjamin keasliannya,” ujarnya.