JAKARTA, top62.id – Momentum Idulfitri tak hanya identik dengan tradisi silaturahmi, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk mempercantik hunian. Menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah UMKM binaan Pertamina menghadirkan beragam produk kerajinan bernuansa lokal yang estetik dan bernilai budaya tinggi.
Salah satunya adalah Mustika Indah Keramik, UMKM asal Pundong, Bantul, Yogyakarta, yang dikenal dengan produk gerabah berbahan tanah liat. Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari vas bunga, guci, patung dekoratif, peralatan dapur, hingga souvenir dengan desain unik.
Pemilik usaha, Siti Nurjanah, mengungkapkan bahwa produknya telah menembus pasar internasional melalui berbagai pameran.
“Kami rutin mengikuti pameran, baik lokal, nasional, maupun internasional. Dari situ, produk kami mulai dikenal hingga ke pasar ekspor,” ujarnya.
Tak hanya gerabah, produk kerajinan lain yang juga diminati adalah karpet serta keranjang anyaman berbahan serat enceng gondok dari Mahend Craft, UMKM asal Kulonprogo. Produk ini dikenal ramah lingkungan dengan desain yang timeless, sehingga banyak diburu pasar.
Tembus Pasar Global Lewat Pameran Internasional
Upaya memperluas pasar UMKM juga dilakukan melalui partisipasi dalam pameran internasional seperti Indonesia International Furniture Expo 2026.
Dalam ajang tersebut, produk UMKM binaan Pertamina berhasil menarik minat buyer dari berbagai negara, seperti Spanyol, Amerika Serikat, India, Jepang, China, hingga Korea.
Hal ini menunjukkan bahwa produk lokal Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global, terutama dari sisi kualitas, desain, dan keunikan budaya.
Lebih dari 66 Ribu UMKM Dibina
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa pengembangan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi kreatif nasional.
“Pertamina mendorong UMKM untuk terus berinovasi dan menghasilkan produk berkualitas agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan produk lokal yang kaya budaya,” jelasnya.
Sejak tahun 1993, Pertamina telah membina lebih dari 66 ribu UMKM, dengan lebih dari 32 ribu UMKM masih aktif hingga saat ini.
Dorong Ekonomi dan Keberlanjutan
Selain meningkatkan daya saing produk, pembinaan UMKM juga berdampak pada: Penciptaan lapangan kerja, Peningkatan kesejahteraan masyarakat, Penguatan industri kreatif berbasis lokal.
Langkah ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional serta komitmen perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dengan dukungan berkelanjutan, UMKM Indonesia diharapkan tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menjadi pemain global yang membawa identitas budaya Nusantara ke kancah internasional.