PEMALANG, top62.id — Perjalanan mudik yang seharusnya penuh harapan berubah menjadi pengalaman mencekam bagi Arif Irawan (37). Bersama istri dan anaknya, ia justru tersesat hingga masuk ke tengah hutan di wilayah Pemalang setelah mengikuti jalur alternatif dari aplikasi peta.
Peristiwa itu terjadi saat Arif berangkat dari Banyumas menuju Pekalongan pada Minggu malam (22/3/2026). Demi mempercepat perjalanan, ia memilih rute alternatif yang direkomendasikan aplikasi navigasi.
Awalnya perjalanan berjalan normal. Arif bahkan sempat berhenti di Desa Pabuaran untuk beristirahat dan menunaikan salat magrib sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Namun situasi berubah perlahan. Jalan yang dilalui semakin sempit, gelap, dan jauh dari permukiman warga.
Tanpa disadari, Arif dan keluarganya telah masuk ke kawasan hutan dan perbukitan di Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh.
Rasa cemas mulai muncul. Ia mencoba berbalik arah, namun kondisi justru semakin sulit ketika hujan turun deras.
Jalan tanah berubah menjadi licin dan berlumpur. Sepeda motor yang dikendarai beberapa kali tergelincir, membuat perjalanan semakin berbahaya.
Di tengah gelapnya hutan, tanpa penerangan dan tanpa bantuan, Arif bersama keluarganya sempat diliputi ketakutan.
Kecemasan kian bertambah karena kondisi semakin gelap. Beruntung, sinyal telepon masih tersedia. Dalam kondisi terdesak, Arif memutuskan menghubungi Call Center 110.
Panggilan itu menjadi titik balik. Operator segera merespons dan meneruskan informasi ke jajaran Polsek Bodeh Polres Pemalang.
Petugas langsung bergerak menembus malam, melewati jalan berlumpur dan medan hutan yang sulit demi menemukan lokasi korban.
Upaya itu membuahkan hasil. Arif dan keluarganya akhirnya ditemukan di tengah hutan dalam kondisi selamat.
Mereka kemudian dievakuasi ke rumah perangkat desa setempat untuk beristirahat dan memulihkan kondisi setelah perjalanan yang melelahkan.
Tak berhenti di situ, petugas bersama warga kembali ke lokasi untuk mengevakuasi sepeda motor yang tertinggal di jalur hutan.
Dengan kerja sama dan gotong royong, kendaraan tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan dari medan sulit. Mereka mesti bergantian memikul kendaraan pemudik agar bisa keluar dari hutan.
Setelah semua aman, Arif dan keluarganya bahkan diantar hingga sampai ke rumah tujuan di Desa Sidomulyo, Pekalongan.
Dengan penuh haru, Arif mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih, kalau bukan karena bantuan polisi, mungkin tidak ada lagi yang menolong kami,” ujarnya.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026 Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih rute perjalanan.
“Kami mengingatkan kepada masyarakat, khususnya para pemudik, untuk tetap menggunakan jalur yang aman dan resmi. Jangan mudah tergiur jalur alternatif yang belum tentu aman, apalagi dalam kondisi cuaca yang tidak menentu,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan layanan darurat jika menghadapi situasi berbahaya.
“Apabila menghadapi situasi darurat, segera manfaatkan layanan 110. Polri akan selalu hadir, memberikan pertolongan secepat mungkin demi keselamatan masyarakat,” tambahnya.