Obrolan Pagi di Kandang Kambing, Menguatkan Ekonomi Rakyat Desa Somagede

 

KEBUMEN, top62.id — Suasana pagi di Desa Somagede masih lengang ketika Serda Budi melangkah menyusuri jalan setapak menuju kandang kambing milik Ibu Ratini. Mentari belum tinggi, embun masih menempel di dedaunan, dan suara embik terdengar lebih nyaring dari biasanya.

Kandang itu sederhana, berdinding kayu dan beratap seng. Di sanalah Ratini menggantungkan sebagian besar penghidupan keluarganya. Beberapa ekor kambing menjadi tabungan berjalan—dijual saat kebutuhan mendesak datang, atau ketika biaya sekolah anak harus dibayar.

Serda Budi, anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, pagi itu tidak membawa alat bangunan. Ia datang tanpa agenda fisik, hanya ingin menyapa dan melihat langsung usaha kecil yang menjadi denyut ekonomi warga.

“Bagaimana kabarnya, Bu? Kambingnya sehat?” sapanya.

Ratini tersenyum, sedikit terkejut, lalu mempersilakan masuk. Ia menunjukkan satu per satu kambing peliharaannya. Ada yang sedang bunting, ada pula yang baru beberapa bulan lahir. Bagi orang lain mungkin biasa, tetapi bagi Ibu Ratini, setiap kambing menyimpan hitungan kebutuhan: beras, listrik, dan ongkos sekolah.

Obrolan berlangsung ringan. Serda Budi menanyakan harga pakan yang kian naik, kondisi kesehatan ternak, hingga rencana penjualan jika harga pasar membaik. Sesekali ia membantu menata rumput kering agar tidak berserakan. Percakapan itu sederhana, tetapi terasa setara—tanpa jarak antara seragam loreng dan pakaian rumahan.

Bagi Satgas TMMD, kegiatan seperti ini memang tidak tercatat sebagai capaian fisik. Namun di lapangan, hubungan sosial sering kali sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur. Kehadiran prajurit di tengah warga memberi ruang untuk saling memahami kondisi nyata yang dihadapi masyarakat desa.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian dari pelaksanaan TMMD.

“Prajurit harus hadir bukan hanya saat bekerja membangun, tetapi juga saat warga membutuhkan teman bicara dan dukungan moral. Di situlah kemanunggalan TNI dan rakyat tumbuh,” ujarnya.

Menjelang siang, suasana kandang kembali seperti semula. Embik kambing bersahutan, jerami ditata rapi, dan Serda Budi pamit melanjutkan tugas lain. Kunjungannya singkat, namun meninggalkan rasa dihargai bagi Ibu Ratini.

Di Desa Somagede, TMMD Reguler ke-127 bukan hanya tentang jalan yang dibuka atau bangunan yang didirikan. Di antara jerami dan kandang sederhana itu, ada percakapan yang menguatkan—bahwa pembangunan desa juga tumbuh dari perhatian kecil yang diberikan dengan tulus.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *