Hujan Tak Lagi Ditakuti, Rumah Fahrudin Dibangun Kembali Lewat TMMD

KEBUMEN, top62.id — Minggu pagi, 1 Maret 2026, Desa Somagede belum sepenuhnya ramai ketika suara palu mulai terdengar dari sebuah halaman sederhana. Di tempat itulah Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen melanjutkan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Fahrudin.

Rumah yang selama ini ditempati keluarga Fahrudin berdinding kayu yang mulai lapuk dan beratap bocor. Setiap hujan turun, ember dan wadah seadanya harus disiapkan untuk menampung air. Angin kencang pun kerap membuat penghuni rumah cemas.

Kini, rangka bangunan baru mulai berdiri. Balok-balok kayu tersusun rapi, dinding diperkuat, dan atap dipersiapkan agar lebih kokoh.

Di antara prajurit yang bekerja, Serda Khoirul tampak fokus merapikan sambungan rangka. Tangannya berpindah dari satu sisi ke sisi lain, memastikan setiap bagian terpasang kuat sebelum paku diketuk lebih dalam.

“Yang penting rumah ini nanti aman dan nyaman ditempati. Itu yang utama,” ujarnya singkat.

Bagi keluarga Fahrudin, perubahan ini bukan sekadar perbaikan fisik. Rumah adalah tempat berlindung dan ruang tumbuh anak-anak. Ketika dinding rapuh dan atap bocor, rasa aman ikut berkurang. Karena itu, percepatan pembangunan RTLH menjadi bagian penting dalam program TMMD.

Di sudut halaman, Fahrudin menyaksikan proses tersebut dengan wajah tenang. Sesekali ia membantu memindahkan material ringan. Lebih sering, ia memperhatikan rangka rumah yang kini terlihat lebih tegap dari sebelumnya.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf. Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan dan infrastruktur umum.

“Program ini juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk hunian yang layak. Kami ingin setiap keluarga bisa tinggal dengan lebih aman,” ujarnya.

Menjelang siang, bentuk rumah baru semakin jelas. Pekerjaan memang belum selesai, tetapi harapan sudah terlihat. Di Desa Somagede, pembangunan itu menghadirkan satu hal yang sederhana namun penting: keluarga yang tak lagi khawatir setiap kali mendengar hujan turun di malam hari.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *