Di Serambi TPQ, Prajurit TNI Duduk Mengajarkan Huruf Hijaiyah

 

KEBUMEN, top62.id — Sore mulai turun pelan di Desa Somagede. Di serambi kecil TPQ Al Mustawi, suara anak-anak melafalkan huruf hijaiyah terdengar berulang—kadang lantang, kadang ragu. Di antara mereka, seorang prajurit berseragam loreng duduk bersila, ikut membimbing dari halaman ke halaman.

Ia adalah Serda Khairul M, anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen. Di sela tugas pembangunan fisik desa, ia menyempatkan diri membantu ustad setempat mengajar mengaji, Rabu (25/2/2026).

Di desa seperti Somagede, TPQ bukan sekadar tempat belajar agama. Ia ruang berkumpul, ruang pembentukan karakter, dan ruang harapan orang tua agar anak-anak tumbuh dengan bekal akhlak yang baik. Terlebih menjelang Ramadhan, semangat belajar mengaji biasanya meningkat, sementara tenaga pengajar terbatas.

Serda Khairul M duduk sejajar dengan para santri kecil. Tangannya menunjuk huruf demi huruf, membenarkan pelafalan yang keliru, lalu memberi semangat ketika bacaan mulai lancar. Tidak ada jarak yang kaku. Anak-anak justru tampak penasaran dan antusias.

“Kalau ada yang belum paham, kita ulang pelan-pelan. Yang penting mereka berani membaca,” ujarnya singkat.

Bagi seorang santri kecil, belajar bersama anggota TNI menjadi pengalaman yang berbeda. Sosok yang biasanya identik dengan tugas lapangan kini hadir dalam suasana yang tenang dan akrab. Sebagian anak mengaku senang karena merasa diperhatikan.

Program TMMD di Desa Somagede memang fokus pada pembangunan infrastruktur. Namun kehidupan desa tidak hanya soal jalan dan bangunan. Ada pendidikan, ada pembinaan mental, ada kebutuhan untuk terus menjaga semangat belajar generasi muda.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf. Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa pengabdian prajurit tidak terbatas pada pekerjaan fisik.

“Kehadiran prajurit harus memberi manfaat bagi masyarakat. Termasuk dalam mendukung pendidikan dan pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Di serambi TPQ itu, pembangunan memiliki makna lain. Bukan beton yang diratakan, melainkan huruf-huruf yang dipahami perlahan. Bukan jalan yang diperbaiki, melainkan keyakinan dan semangat yang ditumbuhkan.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *