KEBUMEN, top62.id — Siang itu, pekerjaan rabat beton di Desa Somagede masih berlangsung. Adukan semen diratakan, batu disusun, dan jalan desa perlahan berubah wajah. Namun di tepi lokasi pembangunan, seorang warga berdiri sejenak, memandang hamparan rumput yang mulai berkurang karena aktivitas pekerjaan.
Ia datang dengan sabit di tangan. Tujuannya sederhana: mencari rumput untuk pakan ternak di rumah. Bagi sebagian warga desa, rumput bukan hal sepele. Ia bagian dari penghidupan—penopang sapi dan kambing yang menjadi tabungan keluarga.
Melihat warga itu kesulitan menemukan rumput yang layak dipotong di sekitar lokasi, Sertu Isa Adi, anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, menghampiri. Tanpa banyak percakapan panjang, ia ikut menyusuri tepi jalan yang sedang dibangun, memotong dan mengumpulkan rumput yang masih bisa dimanfaatkan.
Di tengah proyek rabat beton yang menyita tenaga, ada waktu yang disisihkan untuk urusan sederhana namun penting bagi warga.
“Kalau bisa membantu, ya kita bantu. Warga juga sedang berjuang memenuhi kebutuhan ternaknya,” ujar Sertu Isa Adi, Rabu (25/2/2026).
Momen itu mungkin terlihat kecil. Namun bagi warga yang menggantungkan sebagian penghasilan dari ternak, bantuan tersebut berarti waktu yang dihemat dan tenaga yang diringankan. Pembangunan jalan memang penting, tetapi kehidupan sehari-hari tetap harus berjalan.
Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf. Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa TMMD tidak hanya menyasar infrastruktur.
“TMMD adalah pengabdian. Prajurit hadir untuk membantu, bukan hanya membangun fisik desa, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Di Desa Somagede, rabat beton akan mengeras dan menjadi jalan yang lebih layak dilalui. Namun di sela proses itu, ada nilai lain yang tumbuh—kesediaan untuk berhenti sejenak, melihat kebutuhan orang lain, dan ikut meringankan beban.
Pembangunan memang tentang jalan yang diperbaiki. Tetapi bagi warga desa, ia juga tentang bagaimana kehidupan tetap dijaga, bahkan ketika tanah sedang diratakan dan semen masih basah.