BNNP Jateng dan UNDIP Teken MoU, Perkuat Pencegahan Narkoba di Kampus

SEMARANG, top62.id – Kenaikan prevalensi penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, termasuk di Jawa Tengah, menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Kerawanan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kota Semarang masih tergolong tinggi dengan pola semakin kompleks, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana peredaran yang menargetkan generasi muda. Situasi ini menuntut langkah penanganan yang kolaboratif, terstruktur, dan berkelanjutan lintas sektor.

Merespons tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dan Universitas Diponegoro (UNDIP) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan dilakukan dalam audiensi bertema “Goes to Campus War on Drugs for Humanity – UNDIP Bersinar” di Semarang, Kamis (26/2/2026).

MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H., dan Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., sebagai wujud komitmen memperkuat pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan tinggi.

Peran Strategis Perguruan Tinggi

Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid, menegaskan bahwa peningkatan prevalensi narkoba tidak bisa dihadapi secara parsial. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai benteng terakhir pembentukan karakter dan integritas generasi bangsa.

“Ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika semakin nyata dan menyasar generasi muda dengan memanfaatkan celah teknologi serta media sosial. Kampus menjadi ruang strategis untuk pencegahan sistematis. Penguatan komitmen institusional melalui kerja sama ini menjadi kunci utama,” ujarnya.

Program Goes to Campus War on Drugs for Humanity menempatkan perang melawan narkoba sebagai tanggung jawab kolektif. “Ini bukan sekadar penindakan hukum, tetapi upaya menyelamatkan kemanusiaan. Kita bicara melindungi masa depan generasi bangsa, menjaga martabat pendidikan, dan memastikan kampus tetap aman, sehat, dan produktif,” tegas Toton.

About The Author

You may be interested

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *